Senin, 03 September 2012
DAJJAL telah diberi kesempatan oleh Allah utk menguji umat ini. Oleh karena itu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yang luar biasa. Di antara kemampuan Dajjal adalah: 1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya
Benda-benda mati akan mematuhinya. Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa, dan pada tahun kedua akan kurang 2 / 3 dari biasa, dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung.
Umat akan dilanda kekeringan.Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian, maka daerah mana yang percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: “Hujanlah kamu di daerah ini!” Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada orang yang bersekutu dengan Dajjal. Sedangkan penduduk yang tidak mau bersukutu dengan Dajjal akan tetap berada dalam kelaparan dan kesusahan.
Dan diriwayatkan pendukung Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan orang yang tidak percaya kepadanya berada dalam kelaparan dan kesusahan.
Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah saw bertanya: “Jadi apa yang dimakan oleh orang Islam yang beriman pada hari itu wahai Rasulullah?”
Nabi menjawab : “Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih danbertaubat. Jadi dzikir-dzikir itu yang akan menggantikan makanan,” (HR IbnuMajah)
2. Bersamanya ada sejenisnya surga dan neraka
Di antara tes Dajjal adalah terlihat bersama dengannya seperti surga dan neraka, dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakan kedua-duanya untuk menguji iman orang Islam karena hakikat yang benar adalah sebaliknya dari apa yang terlihat. Apa yang dikatakan surga itu sebenarnya neraka dan apa yang dikatakannya neraka itu adalah surga.
3. Kecepatan perjalanan dan negeri-negeri yang tidak dapat dimasukinya
Kecepatan yang dimaksud ini tidak ada pada kendaraan orang dahulu. Jika hari ini maka bisa kita mengatakan kecepatan itu seperti kecepatan jet-jet tempur yang digunakan oleh angkatan udara atau lebih cepat lagi daripada kendaraan tersebut sehingga ribuan kilometer dapat ditempuh dalam satu jam saja.
“… Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kecepatan perjalanannya di atas muka bumi ini?”
Nabi menjawab: “Kecepatan perjalanannya seperti kecepatan Al Ghaist (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang,” (HR Muslim).
Namun demikian, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua Kota suci umat Islamia yaitu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.
4. Bantuan setan-setan untuk memperkuat posisinya
Setan juga akan berlomba-lomba membantu Dajjal. Untuk setan, inilah masa yang terbaik untuk menyesatkan lebih banyak lagi anak cucu Adam as.
HABIS
sumber : islampos
DAJJAL adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan jin atau apajua makhluk lain selain sebagai manusia yang ditangguhkan ajalnya. Ia seperti halnya Nabi Isa as yang di angkat oleh Allah ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun kembali. Sama juga halnya dengan Iblis yang ditangguhkan kematiannya hingga kiamat nanti. Dajjal; ayahnya seorang yang tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung.Sedangkan ibunya seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. Menurut Imam Al Barzanji ada pendapat yang mengatakan bahwa asal keturunan ayahnya ialah seorang Dukun Yahudi yang dikenali dengan sebutan “syaqq”, sedangkan ibunya dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Sulaiman dan memiliki hubungan dengan makhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkanke dalam penjara. Namun kelahiran dan kehidupan masa kecilnya tidak diketahui dengan jelas.Karakteristik sosok badannya
Hadis Huzaifah ra: “Rasulullah saw telah bersabda, ‘Dajjal adalah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia memiliki surga dan neraka. Nerakanya itu adalah surga dan surganya pula adalah neraka,’” (Hadits Shahih Muslim).
Ada beberapa perawakan Dajjal yang disebutkan dalam Hadis Rasulullah saw, diantaranya: seorang yang kelihatannya masih muda; berbadan Besar dan agak kemerahan; rambutnya keriting dan tebal. Jika terlihat dari belakang seolah dahan kayu yang rimbun.
Yang paling kentara dari ciri-cirinya ada dua. Pertama: buta mata kirinya dan tampak seperti buah kismis yang kecut, sedangkan mata kanannya menonjol keluar kehijau-hijauan berkedip-kelip laksana bintang. Jadi kedua matanya adalah cacat.
Kedua: di dahinya tertulis tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapatdibaca oleh setiap orang Islam, baik yang bisa membaca ataupun tidak. Menurut hadits riwayat At-Thabrani, kedua ciri ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua tanda yang terakhir ini belum ada pada dirinya.
Tempat tinggalnya sekarang
Menurut riwayat yang sahih yang disebutkan dalam kitab “Shahih Muslim”, bahwa Dajjal sudah ada sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan diawasi oleh seekor binatang yang bernama “Al-Jassasah”. Saat ini jelaslah sudah bahwa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yang diizinkan oleh Allah untuk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu adalah di sebelah Timur, bukan di Barat.
Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya?
Dajjal akan hidup setelah ia memulai tantangannya kepada umat ini, selama empat puluh hari saja. Namun, hari pertamanya sama dengan setahun, dan hari kedua sama dengan sebulan, dan ketiga sama dengan satu minggu. Sedangkan hari-hari sisanya sama seperti hari-hari biasa. Jadi, keseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerusakan =adalah 14 bulan dan14 hari. Dalam HR. Muslim disebutkan:
Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lama ia akan tinggal di muka bumi ini? Nabi saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hariyang pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hariketiga seperti seminggu. Kemudian hari yang masih tinggal lagi (yaitu 37hari) adalah sama seperti hari kamu yang biasa. Lalu kami bertanya lagi:
Wahai Rasulullah! Di hari yang panjang seperti setahun itu, apakah cukup untuk kami hanya shalat sehari saja (yaitu 5 waktu saja)? Nabi saw menjawab: Tidak cukup. Kamu harus menghitung hari itu dengan menentukan penilaian yang sesuai untuk setiap shalat … ”
Maksud sabda Rasulullah, ini adalah agar kita menghitung jam yang berlalk pada hari itu. Bukan menurut perjalanan matahari seperti biasanya kita lakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam setelah shalat Subuh pada hari itu, maka masuklah waktu shalat zhuhur, maka harus kita shalat zhuhur. Demikian seterusnya
BERSAMBUNG
sumber : islampos
Minggu, 02 September 2012

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al ‘Ankabuut:45]"
Rabu, 29 Agustus 2012

Semua orang yang mengaku beragama islam wajib minimal paling tidak menunaikan ibadah sholat wajib lima waktu setiap hari, yaitu sholat shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Sholat merupakan tiang agama yang wajib dijaga oleh setiap umat muslim di seluruh dunia baik yang muda maupun tua, yang miskin maupun kaya, yang sehat maupun yang sakit, yang bodoh maupun yang pandai, dan lain sebagainya.
Dalam melaksanakan ibadah sholat diharuskan untuk mengikuti tata cara sholat yang baik mulai dari wudhu, niat, gerakan, tuma’ninah, kekhusyu’an, dan lain-lain. Sholat yang asal-asalan akan memperbesar resiko ibadah solat kita tidak diterima oleh Allah SWT. Diharapkan seluruh umat muslim untuk selalu memperbaiki sholatnya dari waktu ke waktu dengan mempelajari ilmu ibadah dari sumber yang bisa dipercaya dan dijadikan panutan dengan dasar Hadits Nabi Muhammad SAW dan tuntunan para imam besar.
Salah satu hal yang cukup penting dalam ibadah sholat baik yang sunah maupun yang wajib adalah khusyu’. khusyuk adalah konsentrasi penuh dalam menjalankan ibadah sholat dengan pikiran berhubungan dan berserah diri kepada Allah SWT serta mampu menikmati setiap detik dari sholat tanpa gangguan pikiran dari hal-hal lain yang bersifat keduniawian. Berikut ini merupakan beberapa kiat-kiat untuk kaum muslimin dan muslimat untuk dapat mencapai ibadah sholat yang khusyu :
Salah satu hal yang cukup penting dalam ibadah sholat baik yang sunah maupun yang wajib adalah khusyu’. khusyuk adalah konsentrasi penuh dalam menjalankan ibadah sholat dengan pikiran berhubungan dan berserah diri kepada Allah SWT serta mampu menikmati setiap detik dari sholat tanpa gangguan pikiran dari hal-hal lain yang bersifat keduniawian. Berikut ini merupakan beberapa kiat-kiat untuk kaum muslimin dan muslimat untuk dapat mencapai ibadah sholat yang khusyu :
1. Pusatkan Pikiran Hanya Kepada Allah SWT
Netralkan pikiran anda dari berbagai hal-hal yang berbau dunia mulai dari masalah pekerjaan, keluarga, sekolah, kampus, harta, tahta, wanita, pria, dan lain sebagainya. Serahkan diri anda sepenuhnya hanya kepadaNya untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan kepada kita.
2. Menyadari Bahwa Kita Sedang Menghadap Tuhan
Ciptakan suatu alam pikiran di mana kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang luar biasa dahsyat dan tiada tandingannya di dunia maupun di akhirat. Sesuatu yang lebih dari atasan kita, orangtua kita, preman kampung, lurah, camat, bupati, walikota, gubernur, presiden, artis, jin, setan, iblis, malaikat, dan lain sebagainya.
3. Mempelajari dan Memahami Arti dan Makna Bacaan Sholat
Pelajarilah arti dan makna di balik ucapan-ucapan kita saat sedang sholat, lalu pahami dan hapalkan. Munculkan arti dan makna bacaan sholat kita saat kita sedang sholat.
4. Menganggap Sholat Yang Sedang Dilakukan adalah Sholat Terakhir
Setiap manusia maupun jin tidak ada yang mengatahui secara pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang termasuk hari kematian. Anggap saja kita akan meninggal dunia saat sholat berlangsung maupun setelah sholat. Orang mukmin yang tahu dia mau wafat maupun mau kiamat besar, maka orang itu akan segera meningkatkan ibadahnya serta menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.
5. Jika Pikiran Terganggu Segera Kembali Konsentrasi
Apabila anda tiba-tiba tersadar bahwa anda sedang terlena dengan buaian alam pikiran dunia kita, maka bersegeralah kembali kepada arti dan makna bacaan sholat kita atau kembali mengingat Allah SWT.
6. Memperhatikan Kondisi Tubuh Sebelum Sholat
Pastikan bahwa kita sudah merasa nyaman dan siap untuk melaksanakan ibadah sholat kita dengan baik, seperti sudah buang air, sudah makan yang cukup, pikiran sudah netral, bersih dari najis dan hadas, tidak sedang menstruasi, dan lain sebagainya.
7. Memperhatikan Kondisi Lingkungan Sebelum Sholat
Usahakan cari tempat sholat yang terbaik bagi kita dilihat dari aspek kebersihan, kenyamanan, kebisingan, gangguan orang lain, gangguan anak-anak, keamanan, perizinan, dan lain-lain.
8. Sholat Tepat Waktu dan Tidak Terburu-Buru
Agar kita bisa sholat dengan khusyuk kita harus solat pada waktu yang paling utama, yaitu sholat tepat waktu di awal waktunya. Untuk laki-laki sholat berjamaah di masjid atau mushola setelah panggilan adzan dan komat, sedangkan untuk yang perempuan boleh dilaksanakan di rumah. Sholatlah dengan santai dengan menikmati setiap detiknya menghadap langsung kepada sang khalik walaupun sebenarnya anda sedang diburu waktu.
9. Ikhlas Semata-Mata Untuk Mendapatkan Ridho Allah SWT
Buang jauh-jauh tujuan sholat kita selain untuk mendapatkan ridho dari Alloh SWT seperti untuk pamer / riya, ingin dilihat atasan, ingin dilihat pacar, ingin dianggap orang sebagai orang alim, sekedar ikut-ikutan orang lain, dan lain sebagainya.
10. Berusaha Untuk Selalu Memperbaiki Sholat Kita
Muslim yang baik akan terpacu terus-menerus melakukan perbaikan ibadah maupun hal-hal yang lain untuk menyempurnakan dirinya sesuai dengan Al-Qur’an dan tuntunan hadist Nabi Muhammad SAW. Amatlah rugi apabila kita melakukan ibadah belum sesuai dengan kaidah yang ada serta tidak ada keinginan sedikit pun untuk belajar memperbaiki diri.
InsyaAllah bisa bermanfaat, semoga bisa menambah ilmu dan Iman kita terhadap Allah SWT.. Kita lakukan sejak dini …
sumber : organisasi
Minggu, 26 Agustus 2012
Pagi itu, Yudi (bukan nama asli) sedang menyantap sarapan pagi bersama istri dan dua orang anaknya. Waktu saat itu menunjukkan pukul 05.20 WIB. Mereka bergegas menyantap sarapan. Itulah kebiasaan Yudi sekeluarga setiap hari. Mereka harus meninggalkan rumah setengah enam pagi kalau tidak ingin terlambat dalam aktivitas keseharian.
Namun dalam ketergesaan di pagi buta itu, terdengar suara pintu di ketuk oleh seseorang. Istri Yudi segera berhambur ke arah pintu depan. Di sana rupanya ada seorang ibu tetangga rumah beserta anaknya yang datang dengan sebuah bungkusan.
Ada apa, ibu?” tanya istri Yudi. “Boleh saya bertemu dengan pak Yudi?” tanya sang tamu.
Perempuan itu dipersilakan masuk. Ia menunggu di ruang tamu, sementara Yudi menyelesaikan sarapan.
Usai itu, Yudi datang menyapa. Ia menanyakan ada apa gerangan. Di sisinya sang istri turut mendengarkan.
Ibu sang tamu kemudian berkata lirih, “Pak Yudi, tolong beli handuk ini…!”
***
Yudi dan istri saling bertatapan heran. Setahu mereka sang tetangga ini tidak pernah berjualan. “Sejak kapan sang ibu ini berjualan handuk?” batin mereka berdua.Namun mereka berdua merasa aneh, saat mereka membuka bingkisan yang disodorkan tiada lain adalah sebuah handuk bukan baru melainkan usang terpakai.
Yudi dan istri terheran. Mereka tidak mengerti apa maksud sang ibu menawarkan handuk usang. Setelah beberapa saat, Yudi pun mendapatkan sebuah pertanyaan untuk dilontarkan. “Kenapa ibu mau jual handuk ini? Tanya Yudi.
“Suami saya sudah beberapa hari gak pulang, Pak! Saya gak tahu apakah dia kabur karena kawin lagi atau sudah meninggal di jalan. Biasanya kalau lagi bawa truk ke Jawa, 1 minggu paling lama dia sudah pulang. Sampai sekarang sudah dua minggu lebih gak ada kabar. Gak ada telpon, sms atau apapun. Padahal di rumah saya gak punya uang dan makanan. Sudah 2 hari saya bilang ke anak-anak untuk sabar menahan lapar. Tapi tadi malam saya sudah gak kuat mendengar jerit anak-anak saya kelaparan. Tolong beli handuk ini, Pak…! Saya gak mau mengemis, saya juga gak berani ngutang. Tolong ya pak…!” ibu tadi menutup kalimatnya dengan nada memelas.
Yudi dan istri merasa lemas mendengarnya. Keduanya menghela nafas panjang. Bergegas Yudi dan istri masuk ke dalam kamar. Mereka tidak kuat mendengar keluhan tetangga. Namun, celakanya uang yang mereka punya hanya Rp 200 ribu saja. “Berapa yang pantas untuk diberikan?” gumam mereka berdua.
Akhirnya Yudi memutuskan untuk memberi uang sejumlah Rp 150 ribu. Padahal sebelumnya sang istri mengingatkan bahwa tanggal gajian masih seminggu lagi. Dari mana uang untuk makan dalam beberapa hari tersebut? Yudi menjawab singkat, “Allah pasti menolong kita!”
Yudi memberikan sejumlah uang di atas kepada tetangganya. Setelah ibu itu berpamitan, Yudi dan seluruh anggota keluarga pergi meninggalkan rumah. Rute yang dilalui adalah; mengantarkan anak-anak ke sekolah, lalu ke tempat kerja istri dan terakhir menuju kantor.
Yudi dan istri menikmati perjalanan rutin di pagi itu. Namun ada satu rasa di dalam hati mereka yang tengah bersemi. KEBAHAGIAAN & KEDAMAIAN, itu yang mereka rasakan.
***
Energi kebaikan itu dirasakan oleh Yudi sepanjang hari. Senyum terus terkembang di wajahnya. Semua orang yang ia jumpai selalu menyapanya. Alangkah berkah hari itu Yudi rasakan.
Pukul 16.00 WIB hari itu usai shalat Ashar, Direktur SDM di kantornya memanggil Yudi datang ke ruangan. Tak terlintas di benak Yudi, ada apa gerangan?
Yudi mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk. Setelah duduk di sebuah kursi di ruang itu, Yudi bertanya ada apa gerangan ia dipanggil.
Wajah sang direktur terlihat ceria. Beberapa kali senyuman terulas di wajahnya. Yudi bergumam, ini mungkin menjadi satu lagi penambah keberkahan hari Yudi.
Setelah berbincang beberapa lama, sang direktur memberitahukan bahwa tahun ini seperti masa-masa sebelumnya perusahaan memberangkatkan 1 orang dari pegawai untuk berangkat ibadah haji. Direktur SDM itu memberitahukan bahwa pegawai yang beruntung tahun itu adalah YUDI!!!
Allahu Akbar….,! Tubuh Yudi berguncang hebat. Tak mampu menahan gemuruh dalam ruang batinnya. Ia pun bersyukur kepada Allah dan tersungkur sujud. Ia tidak hanya menjabat tangan sang direktur, saking girangnya ia memeluk tubuh sang direktur dan ia ucapkan terima kasih berulang kali.
***
Ia kembali ke rumah dengan hati berbunga. Rasanya kali itu adalah perjalanan pulang ke rumah yang paling indah yang pernah ia alami. Sambil memegang kemudi mobil, berkali-kali bulir air mata menetes di pipi Yudi. “Alangkah murahnya Allah!” hatinya memuji.Yudi pun tiba di rumah. Setelah mobil diparkir, ia pun lari berhambur mencari istrinya. Istrinya terheran-heran melihat gelagat suaminya, kemudian ia pun menanyakan Yudi apa yang terjadi?
Yudi lalu menceritakan kabar gembira bahwa dirinya akan berangkat haji tahun ini.
Setelah keduanya merasakan kegembiraan itu, keduanya pun mengerti bahwa Allah SWT memberikan anugerah yang amat berharga itu setelah Yudi dan istri memberikan bantuan kepada seorang ibu tetangga tadi pagi!
sumber : alhikmah

Sore itu Bambang & istrinya menumpang mobil Suzuki Carry milik adik iparnya. Kebetulan sang adik datang ke Jakarta memenuhi undangan perkawinan saudara yang 'ngunduh mantu'.
Mobil itu sudah rusak AC-nya, jendela kaca pun diturunkan agar angin berseliweran. Saat itu mereka sedang berada di tol Grogol arah Cawang. Bambang duduk di sebelah kiri depan. Sang adik ipar memegang kemudi dan istri Bambang duduk di bangku belakang. Mobil berjalan di jalur paling kiri karena laju yang terbatas.
Tiba tiba mobil Suzuki Carry buatan Jepang itu limbung tertiup angin sebab ada sebuah sedan Eropa yang menyalip dengan kecepatan kencang. Bagi si pemilik Suzuki Carry, mobil limbung di jalan adalah hal biasa. Bambang pun tidak ambil pusing dengan duduk yang terombang-ambing. Namun secepat kilat istri Bambang berseru, "Wuihhh, hebat sekali mobil BMW seri 5 itu ya pak... coba kita punya mobil kayak begitu!" Dengan enteng Bambang menimpali, "Doakan saja bu, insya Allah bila Dia berkenan boleh jadi suatu saat kita bisa punya mobil kayak begitu!"
Inilah keinginan seorang istri yang diamini oleh sang suami. Keinginan sepasang suami-istri ini terangkai begitu indah menjadi baluran doa yang terangkat ke langit dan menghadap Sang Pencipta.
"Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya." (QS. 35 : 10)
Namun rangkaian doa yang naik itu tidak begitu saja disukai oleh setan, laknatullah. Setan pun turun ke telinga adik ipar Bambang yang sedang menyetir. Begitu sang adik ipar mendengar tutur Bambang lalu ia pun berkomentar, "Hah, mau beli mobil mewah kayak begitu?! Jangan mimpi, Mas gaji sampeyan sebulan saja gak sampai Rp 1 juta gimana bisa beli mobil seperti itu?"
Bambang menukas dengan enteng, "Kan gak ada yang gak mungkin kalau Allah sudah berkehendak!" "Tapi kan sampeyan harus ukur kemampuan diri. Kalau mimpi mbok ya jangan tinggi-tinggi, nanti kalau tak tercapai jatuhnya sakit!" ejek sang adik ipar.
Kalimat yang terakhir itu begitu terngiang di telinga Bambang. Hatinya terluka oleh ucapan adik iparnya. "Boleh dia menghinaku tidak mampu karena profesiku sebagai dosen... tapi urusan rezeki, Allah Maha Kaya!" gumamnya. "Ya Allah, hamba merasa terhina, tunjukkanlah kekuasaan-Mu bahwa Engkau amat mampu menghadirkan mobil seperti itu untukku!" doa Bambang membatin.
Peristiwa itu sudah berlangsung kira-kira 2 minggu, bahkan Bambang sendiri sudah melupakannya. Usai memberi kuliah di sebuah kelas, tiba-tiba hape Bambang berdering. Ada sebuah nomor yang tidak ia kenal.
"Bang, ini aku Syahrial teman kuliahmu dulu, masih ingat kan?". "Ya, masih" jawab Bambang dengan nada malas. Bambang sungguh kenal Syahrial. Bahkan ketika kuliah dulu mereka begitu akrab sehingga dimana ada Bambang, pasti di situ ada Syahrial. Namun sayang, takdir Allah membuat Syahrial putus persahabatan dari Bambang sebab Syahrial menjadi anak pejabat sukses.
Sejak prestasi kerja ayahnya meroket bahkan menjadi salah satu menteri di era Soeharto, maka Syahrial pun sejak saat itu mulai bergaul dengan gaya hidup anak-anak pejabat zaman itu. Rumah mewah yang banyak, kendaraan tak terhitung, asset berupa tanah, kebun, bangunan adalah pemandangan tak aneh yang dimiliki para pejabat di waktu itu.
Namun itu dulu! Sejak ayahnya tidak lagi menjabat, satu per satu harta benda keluarga itu dijual. Untuk mempertahankan gengsi dan gaya hidup mereka hutang sana-sini kepada siapa saja. Hingga sudah tidak ada lagi orang yang bisa memberi hutang, maka siang itu terbersitlah teman lama bernama Bambang di benak Syahrial.
Ada apa? tumben kamu mau telpon aku!" tanya Bambang ketus. "Bang..., tolong aku. Aku perlu uang Rp 30 juta. Boleh aku pinjam uangmu?!" tanya Syahrial.
Bambang tahu anak mantan pejabat ini sudah terkenal tukang hutang dimana-mana, Bambang malas meladeni orang stress macam begini. Singkat Bambang membalas, "Aku orang susah. gak punya banyak uang. Rp 30 juta aku gak punya, tapi mungkin kalau Rp 27 juta sih ada!"
Mendengar angka 27 juta, maka terbitlah harapan di benak Syahrial. Ia pun berseru, "Ya sudah, bagaimana aku bisa dapatkan itu?" Bambang menukas, "Kamu mau bayar pakai apa?"
Mendapati komentar Bambang, Syahrial pun tersinggung dan ia berkata, "Jangan menghina Bang! Meski sudah bangkrut seperti ini aku masih punya beberapa mobil yang bisa aku gadaikan untuk jaminan!" Dari seberang pembicaraan Bambang berucap, "Gak usah digadai, kalau kamu mau lepas aja sekalian salah satu mobil itu!"
Dasar orang lagi gelap mata, Syahrial pun berkomentar, "Ya sudah, dimana kamu sekarang dan kemana bisa aku ambil uang 27 juta itu? Kamu akan aku jemput dan kamu boleh datang ke rumah untuk pilih salah satu mobilku!"
Mereka berdua menuju rumah Syahrial. Rumah mewah yang terletak di kawasan selatan Jakarta. Begitu garasi mobil terbuka, di dalamnya terdapat belasan mobil CBU (mobil asli buatan pabrik) dengan warna-warna kinclong mengkilap. Nanar bola mata Bambang menatapi cat mobil-mobil bagus itu tertimpa sinar lampu.
Berbagai macam mobil yang ada ia sambangi dan naiki. Hingga saatnya ada sebuah mobil sedan Eropa berwarna biru tua bermerk BMW terlihat oleh Bambang. Kedua lampu depannya begitu elegan. Bambang amat tertarik dengan mobil ini. Seketika itu juga, terlintas di benaknya akan kejadian 2 minggu lampau saat istrinya berkata, "Wuihhh, hebat sekali mobil BMW seri 5 itu ya pak. Coba kita punya mobil kayak begitu!"
"Apakah mobil ini mirip dengan yang pernah kami lihat dulu, ya Allah?" batin Bambang. Maka ia pun bergegas lari ke arah belakang. Subhanallah.... lampu belakang dan bagian belakang mobil tersebut persis mirip dengan yang pernah dilihat olehnya dan istri. Bambang pun langsung berkata kepada Syahrial, "Yang ini boleh gak?" "Silakan saja kalau kamu mau coba!" jawabnya.
Bambang pun melakukan test-drive. Mobil itu luar biasa nikmat menurut Bambang. Meski seken, namun seperti benar-benar baru sebab jarang dipakai. Akhirnya Bambang pun berkata,"Baiklah aku ambil mobil ini!".
Akhirnya, Bambang benar-benar memiliki BMW seri 5 itu seharga Rp 27 juta. Sore itu juga, Bambang pulang ke rumah dengan mobil barunya. Hatinya amat girang dan penuh syukur kepada Allah SWT. Mobil itu ia parkir di depan mulut gang rumahnya. Ia pun bergegas memberitahukan kepada istrinya bahwa ia sudah membeli mobil idaman. Lalu sang istri pun bersyukur kegirangan.
Selang dua hari kemudian Bambang & istrinya pulang kampung demi berbagi kebahagiaan ini. Orang tua, mertua dan saudara-saudara amat senang dengan karunia indah ini. Bambang berjumpa dengan adik iparnya sang pemilik mobil Suzuki Carry yang pernah berkata kepadanya beberapa minggu lalu, "Hah, mau beli mobil mewah kayak begitu?! Jangan mimpi Mas, gaji sampeyan sebulan saja gak sampai Rp 1 juta gimana bisa beli mobil seperti itu?"
Kini kepadanya Bambang bisa berkata, "Dik, lihat nih seorang dosen yang gajinya tidak sampai Rp 1 juta sebulan. Akhirnya, dengan pertolongan Allah SWT bisa juga membeli mobil mewah seperti ini!"
sumber : alhikmah
TOYYIB adalah seorang mahasiswa di sebuah Institut di Jakarta Selatan. Hari itu ia akan menghadapi ujian di kampusnya. Materi yang akan ia hadapi adalah materi yang tiada ia suka. Susah sekali dicerna oleh otaknya. Bahkan semalam pun ia belajar sampai larut.
Kesempatan bangun di penghujung malam itu sengaja ia gunakan terlebih dahulu untuk menghadap Allah SWT dalam tahajjud sebelum berkutat dengan diktat yang menjemukan. Alhamdulillah, Toyyib pun mendapatkan ketenangan usai tahajjud.
Namun sayangnya, pelajaran itu masih tetap sulit ia rasakan untuk dicerna. Bahkan hingga waktu Shubuh menjelang pun hanya sedikit yang mampu ia pahami dari pelajaran tersebut.
“Ya Allah…, tolong aku! “ batin Toyyib.
Shalat Shubuh ia lakukan berjamaah di masjid Adz Dzikri di lingkungan rumahnya. Toyyib bertekad usai shalat Shubuh dia tidak akan tidur lagi. Masih ada beberapa jam ke depan untuk bisa ia gunakan belajar mempersiapkan materi ujian.
Setengah jam ia tatap lembar demi lembar buku diktat, namun tetap saja kebekuan otak belum juga mencair. Tiba-tiba ia, teringat biasanya pukul 5 pagi ada kajian ceramah di berbagai channel radio.
Ia pun menyalakan radio untuk mencari siaran ceramah. Rupanya Allah SWT menuntun tangan Toyyib untuk mencari gelombang yang benar. Di sana terdengar suara seorang ustadz yang sedang menjabarkan ilmu agama. Ustadz tersebut tengah menjelaskan perbedaan antara ikhlas dan ridha.
“Yang namanya ikhlas itu di depan…. Kalau sudah kejadian itu bukan ikhlas namanya, tapi ridha! Seperti dalam shalat kita gunakan kalimat Lillahi Ta’ala, nah… yang ini ikhlas. Tapi kalau sudah dagang, terus hasilnya rugi atau untung maka itu namanya adalah ridha,” suara sang ustadz di radio.
Hingga pukul 7, Toyyib masih terus berkutat dengan diktat yang belum juga dapat ia taklukkan. Ia pun bergegas sarapan, mandi dan terus berangkat ke kampus untuk ujian. Pukul 8 lebih sedikit ia sudah pergi meninggalkan rumahnya dengan berkendara motor.
Teringat akan ceramah yang ia dengar di radio tadi pagi, hatinya tergerak untuk bersedekah kepada seseorang yang membutuhkan.
Dari kejauhan Toyyib memandang petugas kebersihan yang tengah menyapu jalan. Toyyib berniat bersedekah kepada penyapu jalan itu.
“Assalamu’alaikum….!” terdengar suara Toyyib menyapa seorang petugas kebersihan jalan. Toyyib turun dari motornya, ia buka dompet mengambil selembar uang dan menghampiri petugas kebersihan itu. Sekali lagi ia mengucapkan salam dari jarak yang dekat, maka petugas kebersihan itu pun mengangkatkan wajahnya lalu membalas salam.
Toyyib pun memberikan selembar uang yang kini sudah terlipat kecil ke tangan petugas kebersihan. “Apaan ini, mas?” tanya petugas kebersihan keheranan. “Pokoknya buat bapak saja, mohon doakan saya ya pak!” Balas Toyyib
Toyyib pun melanjutkan perjalanannya menuju kampus.
“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS Al-Lail: 5-7).
Subhanallah... kedamaian hati usai berbagi kepada sesama memberi nuansa indah tersendiri di hati Toyyib. Ia rasakan hari itu menjadi penuh berkah, dan segala penat kejenuhan yang ia alami seolah tersingkirkan. Padahal, ia masih belum siap menghadapi materi ujian hari itu.
Setengah jam sebelum ujian, di luar dugaan ada seorang kawan yang membawa kertas soal ujian dari universitas lain, namun fakultas, jurusan dan dosennya sama. Kertas ujian dari universitas tetangga pun dibahas oleh Toyyib dan beberapa temannya. Semua soal yang tertera mereka cari jawabannya. Tapi, apakah bisa kertas soal universitas tetangga itu diandalkan? Hanya kepada Allah SWT Toyyib berserah.
Waktu ujian dimulai. Setiap mahasiswa sudah duduk di bangku mereka. Suasana hening tercipta di dalam ruang.
Rasa khawatir itu masih tetap ada di hati Toyyib, hingga ia menerima lembar soal ujian dari pengawas, maka seulas senyum lebar pun terbit di wajahnya. Ia heran.... kagum.... terpesona! Seolah tak percaya membaca lembaran soal, Toyyib pun membalikkan badan ke arah teman-teman yang tadi berdiskusi sebelum masuk ruang ujian. Semua kawannya mengacungkan jempol tanda kemenangan!
Toyyib tersenyum mendapati bahwa lembaran soal yang ia terima persis sama dengan yang ia pelajari bersama-sama rekannya dari universitas sebelah. “Kok bisa sama ya...?” gumam Toyyib.
Tanpa pikir panjang ia menyelesaikan semua soal. Tidak perlu dahi berkernyit dan memeras otak, semua soal ia lahap dengan hapalan yang masih ‘fresh’ di kepala. Tidak lama ia mengerjakan soal-soal itu, ia pun meninggalkan ruang ujian tanda usai menuntaskan.
Di luar ruangan, ia bersyukur kepada Allah SWT yang telah membantu, menolong dan menuntunnya untuk mudah menghadapi ujian. Teringat ceramah ustadz di radio tadi pagi yang mengatakan, “Ikhlas itu di depan, dan akan mempermudah urusan!” Kini Toyyib sungguh telah merasakannya. Hidup itu seperti ujian, maka bisakah kita ikhlas di depan?!
sumber : alhikmah
Langganan:
Postingan
(Atom)